7 Cara Jitu Meredam Emosi Setelah Dimarahi Bos 2020

kariridaman.com - Tentu pastinya dengan secara nalusi siapa pun terbilang tidak akan mau terkena marah dari pihak atasan atau bos, walaupun memang sudah melakukan suatu kesalahan. Terlebih lagi jika bos atau atasan marah didepan rekan kerja yang lain sambil mengucapkan kata kasar dan membentak. Pada saat itu juga ada suatu ego didalam hati yang mungkin terluka dan merasa direndahkan yang bisa membuat suatu emosi negatif terbilang cukup sangat mudah tersulut.

Memanglah benar rasanya cukup sangat kacau, namun tetapi dengan tersulut emosi ketika sedang dimarahi pihak atasan atau bos hal ini dapat berujung petaka pada suatu karier Anda. Maka dari itu, mungkin ada baiknya untuk kita belajar meredamkan sebuah emosi sesudah dimarahi pihak atasan atau bos dengan sedikit demi sedikit, walaupun terbilang tidak gampang atau tidak semudah yang dibayangkan. Ayo mari langsung saja simak uraian selengkapnya agar supaya emosi lebih bisa terkontrol dibawah ini sebagai berikut.

Cara Meredamkan Emosi Sesudah Dimarahi Bos

Cara Ampuh Meredam Emosi Setelah Dimarahi Atasan
Cara meredamkan Emosi setelah Dimarahi Atasan

1. Menenangkan Diri

Seperti yang kita ketahui bahwa terkadang suatu aktivitas kemarahan yang ditunjukkan oleh bos ataupun pihak atasan ini juga dapat membuat suatu perasaan ikut terbawa emosi. Mari cobalah untuk meredamkan sebuah emosi sesudah dimarahi dengan pihak atasan atau bos dengan cara menenangkan diri sejenak. Silahkan menerapkan cara yang sederhana seperti menarik napas panjang dan dalam lalu kemudian dihembuskan secara perlahan. Lakukan secara berulang-ulang hingga sampai benar-benar serasa tenang.

Perlu diketaui juga bahwasannya dalam setiap sebuah pekerjaan tentu pastinya ada masalah yang harus dihadapi, salah satunya seperti termasuk terkena marah pihak atasan atau bos. Maka dari itu, terbilang tidak perlu untuk bereaksi secara berlebihan, misalnya seperti marah-marah sendiri atau bahkan terlihat sedih hingga sampai serasa demotivasi. Marilah untuk bersikap dengan tenang dan biasa saja.

2. Memahami penyebab Masalah

Tentunya tidak akan ada asap jika tidak ada api, maka dari itu jangan serasa terburu-buru emosi saat dimarahi dengan pihak atasan atau bos. Sebuah aktivitas kemarahan dari bos ini tentu pastinya ada suatu penyebabnya. Nah daripada Anda ikutan emosi ketika bos sedang marah-marah, mungkin lebih baik untuk memperhatikan apa yang bos sebutkan ketika sedang marah-marah.

Bahkan bila perlu catat saja point-point yang penting atas penyebab marahnya. Walaupun untuk penyebabnya terbilang tidak jelas sekalipun, jangan pernah menganggap suatu aktivitas kemarahannya sebagai sebuah sentimen pribadi. Karena nantinya dapat membebani pikiran dan batin Anda yang tentunya dapat berdampak buruk pada kinerja.

Ketika memang terbukti suatu kinerja Anda yang terbilang kurang memuaskan, maka silahkan mencoba untuk menerimanya dengan secara lapang dada dan teruslah berusaha untuk memperbaikinya. Mari gunakan suatu amarah si pihak atasan atau bos sebagai sebuah pemecut semangat agar supaya kedepannya bekerja lebih baik lagi. Bukan malah menjadi suatu momok menakutkan yang tentunya dapat memperburuk suatu keadaan.

Baca Juga: Cara Mudah Mengatasi Rasa Takut Berbicara Depan Umum

3. Berbagi cerita pada Orang yang Bisa dipercaya

Terkena semprotan marah dari bos ini memanglah dapat membuat suatu mood Anda berubah menjadi tidak karuan dan dengan cara mencurahkan dengan sebuah rekan sekantor ini terkadang dapat menjadi suatu solusi terbaik untuk meredam sebuah emosi sesudah dimarahi si bos. Namun tetapi perlu juga untuk memperhatikan kepada siapa Anda bercurhat isi hati dan keluh kesah tersebut.

Jangan sampai Anda sembarangan dalam memilih suatu teman untuk mengobrol dan terbilang suka mengadu yang bukan-bukan, sebab hal ini sama saja dapat memicu munculnya suatu masalah baru. Ingat selalu untuk tidak mendramatisir suatu masalah kalau tidak ingin sebuah masalah bertambah melebar. Maka dari itu sebaiknya jangan pilih suatu teman seperusahaan jika ingin curhat mengenai pihak atasan atau bos.

4. Melakukan perbaikan Kinerja

Terbilang pihak atasan atau si bos ini akan selalu ingat jika seorang anak buahnya sedang melakukan sebuah kesalahan meski sekecil apapun itu, sebab semuanya ada didalam ingatannya. Maka dari itu jangan pernah untuk menganggap sepele kemarahan si bos jika memang suatu kinerja Anda terbilang kurang memuaskan. Silahkan untuk mencoba memperbaiki segera suatu catatan yang buruk dari pihak atasan atau bos, kalau masih ingin karier Anda tetap cermerlang.

Baik itu mulai dari seperti hal disiplin masuk kerja hingga sampai mengerjakan sebuah tugas sesuai dengan arahan dan deadline nya. Pada intinya segera untuk meningkatkan suatu kinerja dan juga produktivitas Anda ketika sedang bekerja. Hal tersebut tentunya dapat membuat sebuah cacatan yang buruk Anda dihadapan pihak atasan atau si bos akan sedikit berkurang secara perlahan.

Baca Juga: 7 Cara Meningkatkan Produktivitas Kerja Anda

5. Berperilaku lebih Sportif

Sebuah emosi saat dimarahi pihak atasan atau si bos ini merupakan suatu hal yang terbilang normal, karena semua orang pun tentu pastinya pernah mengalaminya. Dan walaupun tidak mudah rasanya untuk meredam suatu emosi sesudah dimarahi si bos setelah apa saja yang sudah dilontarkannya.

Meskipun demikian, mari cobalah untuk tetap berperilaku sportif dan tidak bersikap seperti kekanak-kanakan hingga sampai berhenti berbicara dihadapan pihak atasan atau si bos. Tetaplah memperlihatkan suatu kinerja dengan baik sesuai sebuah tugas Anda dan tetap berkomunikasi dengan baik.

Dengan sebutan lain, tetap jasa sebuah profesionalitas dalam bekerja, jangan sampai terlihat misalnya seperti terlihat seperti sedang mencari muka atau mencari perhatian.

6. Mengalihkan Emosi

Meredamkan sebuah emosi sesudah dimarahi pihak atasan atau dengan bos ini terkadang memanglah tidak gampang, namun tetapi bukan berarti tidak dapat untuk dilakukan ya. Mari cobalah untuk mengalihkan suatu emosi ke hal-hal lainnya yang mungkin lebih serasa menyenangkan dan sejenak dapat melepaskan suatu bebas sekaligus mengembalikan sebuah mood yang mungkin sedikit kacau.

Tidak ada salahnya untuk mencoba mengajak rekan sekerja pergi ke suatu resto favorite ketika jam makan siang sekalian mencari sebuah udara segar agar supaya perasaan terbilang tidak terlalu serasa tertekan. Silahkan pesan minuman dan makanan favorite, nikmati pada setiap moment, dan jangan membicarakan atau membahas suatu masalah mengenai pekerjaan. Biarkan sebuah pikiran serasa lebih santai sejenak.

Selain itu ada juga beberapa sebuah minuman atau makanan yang terkhusus yang dapat menjadi suatu cara yang efektif untuk mengurangi sebuah rasa tertekan dan stress sesudah terkena marah-marah dengan pihak atasan atau si bos. Misalnya seperti kopi, yogurt. dark chocolate atau makanan lain yang mempunyai sebuah rasa yang manis. Namun tetapi juga jangan terlalu berlebihan, karena nantinya saja saja untuk sebuah angka timbangan akan naik loh jika tidak dapat mengontrol diri.

7. Melupakan Segera

Terbilang terkadang untuk melupakan suatu rasa sakit hati ini cukup penting perannya agar supaya Anda tidak menjadi seseorang yang serasa pendendam. Begitu juga saat terkena amarah dari pihak atasan atau si bos, jangan terlalu untuk membawanya terlalu dalam hingga sampai suatu perasaan Anda merasa terluka. Marilah untuk mencoba bertenang diri kembali, karena ini cuman suatu masalah pekerjaan bukan sebuah masalah pribadi.

Maka dari itu jangan masukan terlalu dalam ke hati. Mari belajarlah untuk bisa melupakan suatu masalah dan mulai memperbaiki suatu kinerja, jika memang pada kenyataannya Anda yang terbilang salah. Namun tetapi kalau suatu penyebab masalahnya ada pada pihak atasan atau si bos yang memang terbilang suka semena-mena dan marah-marah, maka terus berusahalah untuk bersikap tenang dan jangan terlalu mengkonfrontasi. Tetap tunjukkan perilaku professional sebagai seorang sebuah karyawan atau pekerja.

Menjadi seorang pekerja atau karyawan ini memanglah banyak sebuah rintangan dan tantangan yang terbilang wajib dihadapi untuk tetap survive dalam dunia suatu karier. Termasuk juga wajib mampu dan dapat meredamkan sebuah emosi sesudah dimarahi pihak atasan atau si bos.

Karena dibalik kemarahan pihak atasan atau si bos tentu pastinya ada suatu pesan yang terbilang ingin disampaikan, tentu pastinya agar supaya Anda semakin lebih baik lagi. Maka dari itu kelola suatu emosi sebaik mungkin agar supaya Anda dapat lebih peka dalam memahami suatu pesan yang tersirat.

Demikianlah sebuah informasi yang dapat diberitahukan mengenai tentang 7 Cara Jitu Meredam Emosi Setelah Dimarahi Bos 2020 yang harus Anda ketahui. Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda semuanya dan terimakasih.

Komentar